"MeNgeMuDi PeLaYaRaN BerPAkSikAn SyaRia'T "

Wednesday, September 22, 2010

 

Muslimat Pencetus Muslimin Bertaqwa?

alt

"Wanita yang secekal Asiyah dan Mariam selayaknya diangkat darjatnya diakhirat. Bayangkan apa yang berlaku dengan kecekalan dan sikap kuat beribadat yang ada pada Mariam? Akhirnya dari perutnya lahirlah seorang Nabi yang bakal meneruskan mata rantai perjuangan dakwah di bumi Allah." Imtiazsofea, jun 09.
Beberapa orang bertanya pada saya, "Apa yang imtiaz maksudkan dengan Muslimat pencetus muslimin bertaqwa?" Ada yang tertanya-tanya. Tapi semuanya hakikat.
Wanita itu punya kelembutan yang dikurniakan oleh Allah SWT.Oleh itu, pilihlah jalan berdasarkan akal untuk menggunakan kelembutan dan kasih sayang yang ada. Sama ada untuk melentur buluh mahupun mengeraskan besi sedia ada.
Percaya atau tidak, wanita lebih berkuasa dalam mendidik?
Wanita punya kuasa besar dalam memupuk sifat positif dalam diri kanak-kanak mahupun dewasa. Tapi sejauh manakah mereka menggunakan kuasa dan kelebihan ini kearah mardhatillah.
Asiyah zaujah Firaun, isteri Firaun. Rata-rata sudah mengenal Asiyah isteri si kejam yang berperangai syaitan iaitu firaun. Walaupun Asiyah bukanlah orang yang berjaya melentur firaun supaya menjadi manusia yang beriman dan taat pada Allah.
Tetapi atas kuasa wanitanya beliau mampu memujuk Firaun supaya menerima Nabi Musa sebagai anak angkat. Sedangkan semua tahu pada waktu itu, semua kanak-kanak lelaki akan dibunuh sebaik sahaja dilahirkan kerana salah seorang ahli nujumnya bermimpi kerajaan gah Firaun akan jatuh ditangan seorang lelaki pada masa hadapan.
(Dengan izinAllah) Mariam ibu nabi Isa, sejarah menyaksikan bagaimana kecekalan seorang wanita menerima takdir Allah yang meniupkan roh seorang nabi ke dalam rahimnya walaupun beliau tidak pernah disentuh mana-mana lelaki sekalipun. Tapi apakah yang berlaku ketika Malaikat Jibril turun kebumi menemuinya di Mihrab tempat beliau beribadat?
Beliau terima seadanya akan ujian dan takdir Allah buat kehidupannya. Anda fikir sejenak.. bagaimana beliau mendapat kekuatan untuk menerima takdir itu? Tidak lain dan tidak bukan hasil dan kesan kepercayaan penuh yang diberikan dirinya kepada Allah!
Zulaikha yang menggoda Nabi Yusuf. Masih ingat akan kisah yang diangkat darjatnya disisi Allah ini sehingga dinukilkan didalam Al-Quran kalamullah supaya menjadi pengajaran buat umat manusia?
Ya benar, Zulaikha isteri perdana menteri Mesir satu ketika dahulu nan cantik rupawan yang jatuh hati pada Nabi Yusuf yang mempunyai pakej lengkap seorang pemuda yang tampan lagi beriman.
Sehinggalah satu hari Zulaikha telah merayu Yusuf untuk melakukan perkara yang terkutuk disisi Allah. Yusuf yang mempunyai tingkat darjat taqwa yang tinggi disisi Allah telah menolak ajakan keji itu.
Baiklah , jadi untuk apa saya nukikan kembali kisah diatas disini? Adakah saya mahu memberitahu anda bahawa wanita-wanita diatas merupakan mereka-mereka yang ditulis namanya didalam AL Quran?
Tentu tidak! Lihat kembali kisah di atas. Dua kisah wanita beriman yang takutkan Allah dan 1 wanita yang berani membelakangi Allah dan berniat melakukan perkara yang hina disisi Allah.
Analisisnya mudah, semua wanita diberi kuasa dalam menilai samada perkara tersebut baik atau buruk buat dirinya.
Tetapi, apa yang ingin saya simpulkan berdasarkan kisah-kisah diatas adalah berkenaan wanita mempunyai kuasa yang hebat dalam melakukan sesuatu perkara tidak kira perkara positif atau negatif. Wanita yang secekal Asiyah dan Mariam selayaknya diangkat darjatnya diakhirat.
Bayangkan apa yang berlaku dengan kecekalan dan sikap kuat beribadat yang dilakukan Mariam? Akhirnya dari perutnya lahirlah seorang Nabi yang bakal meneruskan mata rantai perjuangan dakwah di bumi Allah.
Sangat perlu untuk kita lihat perkara ini sebagai satu penghormatan buat Mariam yakni wanita yang hidupnya hanya untuk Allah!
Kembali kepada Zulaikha isteri perdana menteri mesir satu ketika dahulu yang telah nekad melakukan perbuatan terkutuk bersama Yusuf tapi ditolak mentah-mentah oleh si pemuda berpakej iman dan akhlak itu.
Ya, masih lagi berkisarkan seorang wanita. Tapi bukan pada jalan kebaikan bahkan kejahatan.Adakah pada waktu itu Zulaikha tidak dikurniakan aqal untuk berfikir? Tentu tidak! Tetapi atas dorongan nafsu beiau terpedaya dengan ajakan syaitan yang dilaknat Allah.
Nah, terang bukan bahawa wanita itu merupakan pencetus kepada muslimin bertaqwa mahupun bukan. Jika si Ibu merupakan seorang pejuang, maka tak lain zuriat yang dilahirkan bakal menjadi seoang pejuang juga.
Tetapi jika siibu memilih jalan terkutuk untukmeneruskan kehidupan maka belum tentu anak yang dilahirkan itu bakal menjadi manusia yang berakhlak mulia ( dengan izin Allah).
Oleh itu wanita diluar sana... pilihlah jalan hidup anda secara berhati-hati! Jalan dan terhantuk baru nak terngadah.
Bentuklah akhlakmu semulia Mariam dan Asiyah sebelum kamu memberi pelajaran kepada orang lain.

Tuesday, September 21, 2010

EtiKa PeRgAuLaN DaLaM iSLaM.......

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49]:13)

Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya.
Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT (QS. Al_Hujurat [49]:13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi . tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan sesama muslim menjadi sesuatu yang indah sehingga mewujudkan ukhuwah islamiyah. Tiga kunci utama untuk mewujudkannya yaitu ta’aruf, tafahum, dan ta’awun. Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan.
Ta’aruf. Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud?
Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang.
Tafahum. Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan. Dengan memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab, agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat ,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan bau asap besi ketika kita bersamanya.”
Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul majmumah ).
Ta’awun. Setelah mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap ta’awun (saling menolong). Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal, memahami, dan saling menolong. Selain itu, tumbuhkan rasa cinta dan benci karena Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh makhluknya. Wallahu a’lam bishshawab.

.:: Hiburan dan Musik menurut Islam ::.

 
بسم لله الرحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه ومن تبعه باحسان الى يوم الدين , أما بعد
Nyanyian/Muzik ( hiburan ) adalah sebahagian daripada kebaikan Duniawi yang harus dinikmati.Nyanyian yang lunak adalah santapan jiwa manusia, menyegarkan otak dan disukai oleh pendengaran. Ia adalah kelazatan bagi telinga sepertimana makanan yang menjadi kelazatan bagi mulut dan perut; Pemandangan yang indah menjadi kelazatan bagi mata; bauan yang harum menjadi kelazatan bagi hidung dan sebainya.
Syarah: Ini adalah hujah mantik atau logika fitrah; Kenapa untuk memenuhi perut kita, kita sentiasa mencari makanan yang lazat-lazat? begitu juga manusia amat tergerak untuk melancong, menjamu matanya dengan pemandangan yang mengasyikan; begitu juga mereka gemar menghidu bau-bauan yang harum bak kesthuri; kenapa kita lupa kepada telinga; dia juga berhak mendengar yang baik dan lazat-lazat berupa nyanyian merdu dan alunan musik yang menenangkan jiwa dan aqal....

Adakah perkara-perkara yang baik dan lazat ini haram bagi Islam?!

Kami mendatangkan beberapa dalil Qur'ani:
Umat Islam, umat akhir zaman diberi banyak keistimewaan dan pelepas berbanding umat yang terdahulu... Memang, umat Yahudi memang kita sedia maklum telah diharamkan Allah sebahagian besar daripada kelazatan duniawi ke atas umat Yahudi lantaran kekufuran mereka:

Firman -Nya dalam surah Nisa': 160-161 (maksud):

"Maka disebabkan kezaliman yang amat besar dr perbuatan orang-orang Yahudi, Kami (ALlah) mengharamkan atas mereka makanan yang baik-baik yang pernah dihalalkan bg mereka, dan disebabkan mereka banyak menghalang manusia dr jalan Allah. dan juga disebabkan mereka mengambil riba' pada hal mereka telah dilarang melakukannya, dan disebabkan mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang salah..."

Umat Yahudi dan Kristian amat dengki lantaran keistimewaan yang dilimpahkan keatas umat Muhammad. Lama sebelum Rasulullah saw diutus, kitab-kitab tua samawi telah menceritakan dengan detail akan risalah Muhammadiah ini dan intisari ajarannya:

Firman Allah di dalam surah al A'araf: 157 (maksud):
"...yang mereka dapati tertulis( nama Muhammad dan sifat-sifatnya) dalam Taurat dan Injil (Torah and Bible) yang ada di sisi mereka. Ia menyuruh mereka dengan perkara-perkara yang baik dan melarang mereka drpd mengerjakan perkara-perkara yang keji; dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala benda yang buruk; dan ia juga menghapuskan dr mereka beban-beban dan belenggu yang ada pada mereka.. "
Setiap benda yang baik lazimnya halal; Oleh itu SETIAP PERKARA yang BAIK dipandang oleh JIWA danamp; AKAL manusia yang sejahtera adalah HALAL sebagai kerahmatan kepada umat Islam ini dan juga kerana kesyumulan, kelengkapan, dan keberkekalan risalah Islam.

Firman Allah di dalam surah al-Maaidah: 4 (maksud):

"Mereka bertanya kepadamu:Apakah yang dihalalkan bagi mereka?Bagi menjawabnya katakanlah:Dihalalkan bagi kamu yang lazat-lazat serta baik. "

Hak Halal/Haram adalah milik mutlak Allah: TIDAK BERHAK BAGI MANUSIA mengHARAMkan untuk diri mereka sendiri atau orang lain perkara-perkara yang baik yang telah direzkikan walaubagaimana baik sekali niatnya. Hak mutlak menghalal/mengharam sesuatu adalah milik Allah saja:

Firman Allah s.w.t di dalam surah Yunus;50 (maksud)
Katakanlah:' Sudahkah kamu nampak baik buruknya sesuatu yang diturunkan Allah untuk manfa'at kamu itu sehingga dapat kamu jadikan sebahagian drpdnya haram dan sebahagian lagi halal?Katakanlah lagi (kpd mereka):Adakah Allah mengizinkan kepada kamu hanya mengada-ngadakan secara DUSTA terhadap Allah?"

Sesiapa yang memandai-mandai dalam isu halal/haram dimurkai Allah:
Firman Allah di dalam surah al-An'am: 140 (maksud)
"Sesungguhnya merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka kerana kebodohan lagi tidak berilmu (sedang Allah memberi rezki kepada sekelian makhluk); dan rugilah (mereka) yang mengharamkan apa yang telah dikurniakan oleh Allah kepada mereka dengan berdusta terhadap Allah. Sesungguhnya sesatlah mereka dan tiadalah mereka mendapat petunjuk."

Sahabat-sahabt yang membaca,
Justeru, dari apa yang kita lihat dari penelitian Fadilat Sheikh Dr. Yusof Al-Qardhawi, selagi mana satu-satu kelazatan (hiburan) itu tidak melalaikan maka ianya dibolehkan. Seterusnya saya melihat kepada perumpamaan yang dibawa oleh Hujjatul Islam Imam Ghazali r.a, yang mana beliau mengumpamakan hiburan itu seperti wajah yang putih bersih, namun ia akan bertambah cantik sekiranya ada sedikit tahi lalat.Akan tetapi, wajah yang cantik itu tadi akan menjadi hodoh sekiranya tahi lalat yang tumbuh terlalau banyak. Begitulah hakikatnya sudah menjadi fitrah manusia yang sukakan hiburan walaupun sedikit untuk menyegarkan fikiran. Sebaliknya sekiranya manusia menjadikan hiburan sebagai satu aset yang begitu penting, ia akan membawa kepada kerosakan seperti keruntuhan moralm khususnya golongan remaja.

Menerusi manusia yang kini berfikiran tinggi dan berwawasan, mereka sering menimbulkan persoalan yang besangkut paut dengan hiburan antaranya ialah " apakah mendengar nyanyian itu adalah haram?", untuk menjawab persoalan itu Imam Ghazali telah menyatakan beberapa sebab yang membawa nyanyian tersebut menjadi haram. Antaranya ialah:
1. Berkenaan Dengan Si Penyanyi
Situasi yang pertama ialah yang memperdengarkan nyanyian tersebut adalah wanita yang tidak halal bagi lelaki memandangnya kerana dikhuatiri timbul fitnah akibat mendengar nyanyiannya dan timbulnya nafsu syahwat yang bermula daripada pandangan dan alunan suaranya. Keadaan ,ini memberi kesan yang amat bahaya kerana ia adala bibit-bibit bermulanay penzinaan yang diharamkakan ;oleh Allah Taala. Maka sudah sepatutnya perkara ini diambil berat dan dibatasi pengharamnya.

2. Alat Muzik
Manakala perkara yang kedua adalah berkaitan dengan alat-alat muzikyang digunakan dalam sesuatau nyanyian, iaitu alat-alat muzik yang bersimbolkan orang yang kaki arak atau orang yang menyerupai wanita seperti seruling, gitar dan yang lain-lainnya. Namun selaindari itu tetap pada hukum asalnya ialah harus seperti rebana,kompang, tambur dan terompet.

3. Lirik lagu
Penghalang ketiga adalah lirik lagu atau kandungan suara. Sekiranya lirik tersebut mengandungi perkataan yang buruk, .keji, cacian atau perkara yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya atau para sahabat dan sebagainya. Begitu juga lirik tersebut menggambarkan bentuk tubuh wanita yang haram padanya .
Wa 'alal hasil, hiburan itu tidak salah, tersalah pilih itulah yang salah. Jangan kita berhibur tanpa memikirkan kesan-kesan yang akan berlaku, tetapi berhiburlah untuk menunjukkan islam itu adalah agama yang syumul dan indah. Jesteru itu, terpulanglah pada diri sendiri untuk menilai sejauh mana baik buruknya dalam kita menentukan hiburan yang telah kita pilih. Apabila kita menyedari bahawasanya boleh untuk kita berhibur maka akan wujudlah pertanyaan dengan alatan yang bagaimana pula yang dibenarkan?. Pada kita membicara mengenai alatan yang dibenarkan padanya ada khilaf para ulama.

Alatan musik yang dibenarkan untuk dimainkan,

Al marhum Syaikh Mahmud Syaltut, bekas rektor al Azhar dalam koleksi Fatwanya, alFatawa (terbitan Darul syuruq, Cairo. 1960) ms 355-359 menjelaskan dengan tegas empat perkara tentang muzik:

Pertama:
Mendengar dan bermain alat muzik adalah sama (hukumnya) dengan merasa makanan yang lazat, menghidu bau yang harum, melihat pemandangan yang cantik atau mencapai pengetahuan yang tidak diketahui adalah semuanya keseronokan naluri yang dianugrahkan Tuhan kepada manusia. Semuanya memberi kesan menenangkan fikiran apabila kepenatan jasmani dan memberi kesan dalam memulihkan semula tenaga. (Syaikh Syaltut menggunakan hujah Imam alGhazali dalam Ihya Ulumiddin, Jld 2, pg 208.)

Kedua:
AlQur'an yang mendasari segala peraturan dan perundangan di atas dasar kesempurnaan dalam Tujuan sentiasa menjaga supaya tidak berlaku keterlaluan dipihak yang tidak menggunakan muzik dan pihak yang menggunakan muzik secara berlebihan. Islam mahukan kesederhanaan.

Ketiga:
Fuqaha' terdahulu membenarkan musik apabila mempunyai konteks yang sesuai seperti muzik iringan ke medan perang, hajji, perkahwinan, perayaan id. Mengikut fuqaha' Hanafi muzik yang dilarang ialah dengan bersyarat jika ia bercampur dengan sebutan alkohol, gadis penyanyi, fusuq, perzinaan dan keberhalaan. Aku (Syaltut) berpendapat larangan terhadap muzik adalah berdasarkan kpd konteks dan iringannya dengan yang lain dan bukanlah suatu reaksi terhadap muzik itu sendiri.

Keempat:
Sheikh Syaltut ra memberi amaran bahawa sesiapa yang berani melarang sesuatu perkara yang tidak jelas dilarang oleh Allah.
Dalilnya ialah firman Allah dalam surah al A'raf: 32-33 (maksud):

"siapakah yang berani mengharamkan perhiasan drpd Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rezki yang baik-baik?..... "hingga akhir.

Kesimpulannnya:
Secara 'amnya muzik dibenarkan, jika ada larangan terhadapnya adalah kemalangan atau pengecualian disebabkan perlaku penyalahgunaan terhadap muzik itu sendiri.

Hukum mengenai muzik, pemuzik dan alat muzik mengikut Hujjatul Islam alGhazali (Ihya' Ulumidin, vol 2, pg 283-301) menjelaskan ada tiga komponen penting yang mempengaruhi hukum muzik yang mungkin berubah dari masa kesemasa: zaman, makan dan ikhwan.
'Zaman' merujuk kepada masa, apakah muzik itu melalaikan daripada jihad dan ibadah.
'Makan' merujuk kepada suasana, situasi, occasion atau upacara di mana muzik itu dipersembahkan.
'Ikhwan' merujuk kepada aktiviti muzik itu; jika dengan muzik itu boleh menyebabkan mereka terdedah kepada manusia yang jahat atau membawa kepada kejatuhan moral.
Menurut Imam al-Ghazali r.a inilah tiga komponen yang menjadi neraca bagi muslim di setiap zaman menghukum muzik: zaman, makan dan ikhwan.

Berbalik kepada soalan asal: apakah alat muzik yang dibenarkan dan yang tidak dibenarkan dalam Islam?

Imam Al-Ghazalir.a menjelaskan (Ihya' Ulumiddin, vol2, pg 271-272): tidak ada keterangan yang jelas dari sunnah yang melarang alat-alat muzik bahkan setengah alat muzik yang mempunyai bunyi yang baik tidak dilarang, ia tidak lebih daripada seperti kemerduan suara burung. Ianya dilarang jika ada hubungan atau dikaitkan dengan kumpulan peminum arak, homoseks dan lain-lain yang dilarang.

Menurut Prof Lamya' hukum hudud Islam jika seseorang didapati mencuri alat muzik ini berbedza-bedza mengikut madzhab. Misalnya menurut Syaikh Ibn Abu Zaid al Qairawan, Bakhurah alSa'ad menjelaskan pencuri alat muzik tidak boleh dipotong tangannya. Imam Syafi'iy dalam al Umm menjelaskan seseorang yang didapati bersalah memecahkan peralatan muzik tidak boleh dihukum. Manakala menurut sebahagian ulamak sesiapa yang memecahkan seruling atau sebarang alat muzik, ia layak dkenakan hukuman kerana menjual peralatan muzik itu sah di sisi undang-undang Islam.

Kesimpulan dan tarjih:

Menurut Fatwa Syaltut, muzik adalah harus selagi bukan untuk tujuan melalaikan dan maksiat
Menurut Imam Al-Ghazali r.a, tidak ada perincian syara' tentang peralatan muzik yang halal dan haram. Ia bergantung kpd zaman, makan, dan ikhwan; mana-mana alat muzik yang baik dan lunak di dengar adalah harus, dan mana-mana alat muzik yang jelik dan dihubungkan dengan kumpulan manusia yang jahat akhlaknya adalah ditegah.
Hukum muzik, pemuzik dan peralatan muzik akan sentiasa berubah mengikut keadaan umat dan ulamak semasa.
Semoga pada sekalian yang membaca tidak mudah kita menghukum manusia dengan mengatakan sesuatu yang tidak haram secara asalnya kerana itulah yang dilarang keras oleh Allah s.w.t. Artikel ini saya muatkan demi menjawab sekitar permasalah saudara saya yang dipandang serong hanya kerana musik. Ingatlah sekalian sahabat dan saudaraku. Asas Islamlah yang wajib dijaga iaitu dengan mengekalkan kesatuan "La Ilaha Illa Allah". Semoga yang kurang dari artikel ini ada yang dapat membantu untuk menambah dan sekiranya ada kesalahan di dalamnya ada yang mampu untuk membetulkan...tiada lain yang lebih saya harapkan untuk kalian tetap mengatakan yang Haq itu Haq dan yang Batil itu Batil.
-Wallahu a'lam-
Bantuan Allah
www.iluvislam.com
Dihantar Oleh : Ain Farhana
Editor: Isyrak
Kerap kali hati ini merintih lemah meminta dan mengharapkan daripada Allah swt. Sesungguhnya sangat banyak cabaran yang telah dilalui dan kadangkala ianya seperti memaksa kita untuk meninggalkan jalan ini. Nauzubillah.

Inilah fitrah kita selaku makhluk yang bernama manusia. Tidak pernah lekang dengan sifat cuai kerana kita bukanlah diciptakan sempurna. Mungkin selama ini kita terasa kuat dalam menghadapi mehnah pada jalan ini tetapi akan tiba suatu masa kita akan dikunjungi perasaan lemah dan malas yang akan menusuk hati kita secara perlahan-lahan. Ketika itu hati akan mula memberontak dan akhirnya dengan mudah syaitan laknatullah menjalankan misi mereka untuk menarik kita mengikuti jalan toghut.

Sebagai seorang pejuang dalam agama ini, kita seharusnya bergembira dengan firman Allah dalam surah al-Baqarah:

Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cubaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cubaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah:214)

Dalam ayat tersebut Allah menyatakan ujian yang diberikan adalah untuk menjadi bukti bahawa para pejuang kebenaran ini adalah seorang yang benar-benar beriman dan ikhlas berjuang hanya kerana ingin menggapai mardhotillah. Inilah hakikat perjuangan, tiada erti senang lenang di dalam kamus hidupnya, yang ada dalam catatan hariannya cumalah perkara yang perit dan penuh dengan pengajaran untuk dibawa sebagai bekalan menempuh hari-hari mendatang yang menjanjikan seribu kesukaran lagi.

Tetapi, walaupun begitu susah perjuangan ini, mereka tidak semudah itu untuk mengalah. Lihat sahaja kisah Bilal bin Rabah, Mus’ab bin Umair dan Khabab yang dikurniakan dengan ujian yang menggetarkan iman, tetapi kerana keimanan yang tinggi kepada Allah, maka mereka diberi keistimewaan berada disamping Allah.

Ayuh pejuang!!! Bangkitlah dari kelemahan diri ini, ingatlah bahawa ujian itu sebagai mahar yang perlu dibayar untuk mendapatkan syurga dan semoga jerih lelah kita menunaikan mahar ini akan menjadi sirna ketika berhadapan dengan Allah kelak.

Perjuangan ini penuh onak duri dan segala macam rintangan, tetapi walaupun rintangan itu setinggi langit, ingatlah bahawa Allah sentisa berada di sisi kita.
Jangan Bersedih (La Tahzan) - Dr Aidh Al-Qarni


Jangan Bersedih (La Tahzan) - Dr Aidh Al-Qarni




Selalulah mengingati akan rahmat dan ampunan Allah, bertawakkal dan berbaik sangka kepadaNya, mengimani qadha' dan qadarNya, menjalani hidup sesuai dengan adanya, melepaskan kegundahan tentang masa depan dan mengingati akan nikmat Allah.

1. Hikmah adalah barang yang hilang dari kaum muslimin.
2. Ingatlah akan setiap nikmat Allah.
3. Sebenarnya anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempurnaan tubuh. Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk tidur dan kesihatan untuk terus beramal.
4. Janganlah lupa mensyukuri yang sudah ada. Anda masih memegang kunci kebahagiaan, kurnia dan kenikmatan.
5. Selamatkanlah diri anda dari bayangan masa lampau!!
6. Anggaplah masa hidup anda hanya hari ini sahaja. Berpeganglah pada prinsip : Aku hanya akan hidup hari ini. Nescaya ia akan menyibukkan diri anda untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi dan mensucikan setiap amalan.
7. Sempurnakanlah solat anda, berpegang teguhlah pada Al-Quran, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.
8. Tanamlah di dalam hatimu semua nilai keutamaan dan cabutlah segala pohon-pohon kejahatan.
9. Hiduplah hanya untuk hari ini dengan berbuat baik kepada orang lain dan menunjukkan akhlaq yang baik.
10. Sucikanlah niat anda dan berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata.
11. Orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari kebajikan, keramahan dan kebaikan adalah mereka yang melakukannya.

12. Berbuat baiklah terhadap sesama manusia, mescaya anda akan mendapat ketenteraman dan kedamaian hati!.
13. Sibukkanlah diri anda dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong dan meringankan beban sesama!.
14. Bangkitlah sekarang juga. Kerjakan solat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan tempat kerja,merapikan kamar, dan berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
15. Tetaplah berpijak dan berjalan pada kondisi dan karakter anda sendiri!
16. Berbaik sangkalah kepadaNya. Curahkan seluruh waktu anda untukNya dan beribadahlah kepadaNya dengan tekun agar anda mendapatkan kebahagiaan dan kemenangan.
17. Orang yang paling sengsara adalah mereka yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan.
18. Tidak ada yang dapat membahagiakan jiwa, membersihkannya, membuatnya bahagia mengusir kegundahan darinya selain dari keimanan yang benar kepada Allah. Kehidupan anda akan terasa hambar tanpa iman.
19. Kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) adalah kehidupan ada ketenangan jiwa padanya.
20. Di mana pun kelembutan itu berada, ia akan menghias tempat itu. Kelembutan tutur kata, senyuman tulus di bibir dan sapaan-sapaan yang hangat yang terpuji saat bersua merupakan hiasan-hiasan yang selalu dikenakan oleh orang-orang mulia.

* InsyaALLAH,ada sambungannya nanti..teruskan bermujahadah. La Tahzan, ALLAH bersamamu...

MaNisNya TauBaT...

Ini adalah kisah tentang seseorang yang kehilangan untanya di padang pasir.seseorang yang berkenderaan di tengah-tengah padang pasir, kemudian haiwan yang ditungganginya itu lari meninggalkannya, sedangkan di atas haiwan itu terdapat bekalan makanan dan minumannnya.

Dia berputus asa untuk menemui haiwan dan bekalannya. Lalu dia duduk berteduh di bawah sebatang pohon dan berbaring, kerana dia benar-benar berputus asa untuk menemui haiwan tunggangannya itu. Kemudian dia tertidur.Sejurus dia bangun dari tidurnya, dia mencari lagi untanya itu dengan berjalan kaki namun dia tidak menjumpainya. dia berjalan lagi, namun gagal menjumpainya. Dia mencarinya untuk kali ketiga, namun usahanya itu masih gagal.

Apabila dia kembali ke tempat tidurnya sebelum itu, tatkala dia duduk termenung, tanpa diduganya, tiba-tiba unta tunggangannya yang hilang itu muncul kembali, lengkap dengan bekalan yang dibawanya. Kemudian, dia segera memegang tali tambatannya. Bayangkan kalau kita berada di tengah padang pasir yang luas dan panas yang terik, hampir berputus asa untuk mencari unta yang hilang, tetapi tiba-tiba unta itu muncul kembali di hadapan kita. Mana mungkin kita tidak gembira, gembira yang bukan kepalang..namun sahabatku, sesungguhnya, Allah s.w.t itu lebih jauh lagi gembiranya dengan taubat seorang hamba berbanding dengan musafir yang menemui untanya di padang pasir itu tadi.

Wahai sahabatku sekalian, ayuh, bersangka baiklah dengan Allah. Sebagaimana kita gembira bertemu dengan kekasih hati, malah Allah lebih gembira daripada itu.

Sebagaimana kita menyayangi kekasih hati sepenuh jiwa, namun sayangnya Allah lebih daripada itu, betapa luasnya nikmat pemberian Allah, tapi sayang hanya kita sahaja yang tidak tahu untuk menghargai pemberiannnya.

Banggalah menjadi hamba Allah, tanamkanlah rasa cinta pada Allah dalam diri kita, kerana cinta Allah pada hambaNya sangat tidak ternilai.

Demi cinta Allah pada hambaNya, Allah telah berfirman,

" dan Dialah Tuhan yang menerima taubat daripada hamba-hambaNya yang bertaubat, serta memaafkan kejahatan-kejahatan yang telah mereka lakukan dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan", surah an-nisa (4:16).

Sungguh, Allah telah membukakan pintu rahmatNya di siang hari untuk menerima taubat hamba-hambaNya di waktu siang, dan membukakan pintu rahmat pada malam hari hari, untuk menerima taubat hamba-hambaNya pada malam hari.

Tapi, melihat keadaan kita pada hari ini, yang masih lagi dengan ego dan sombong yang menebal pada diri..cita-cita tinggi dijulang, mengimpi syurga Allah, namun tanpa sedar, amalan- amalan yang kita lakukan itu semakin membuatkan kita jauh dari syurgaNya, jauh dari rahmatNya..

Amatlah rugi bagi mereka yang telah diberi peringatan, tapi masih bermegah-megah dengan diri sendri, tanpa sedar apa yang kita miliki ini semuanya adalah milik Allah. Alangkah sedihnya Allah, seakan tiada siapa lagi yang memerlukanNya, seakan tiada siapa yang mahukan taubatnya diterima, seakan tiada siapa yang mahu dosanya diampunkan, dan..seakan tiada siapa yang berlumba-lumba untuk meraih cintaNya Yang Maha Pengasih, lagi Pemurah itu..

Saturday, September 18, 2010

Apabila Tuanku Sultan Mengangkat Ulama Ditempat Sepatutnya

Anakmas sangat-sangat terharu apabila melihat gambar-gambar seperti dibawah. Moga semua Sultan dan pemimpin dalam negara kita seperti Tuanku Faris. Daulat Tuanku. Allahu Akbar.

Gambar 1: Tuanku Faris berada dihadapan sebelah kanan Tuan Guru Menteri Besar ketika para makmum mula bersalaman dengan Tuanku dan para pimpinan Kerajaan Negeri Kelantan sebaik selesai solat sunat selepas solat Jumaat.

Gambar 2: Menyedari Tuan Guru Menteri Besar berada agak terkebelakang, dengan segera Tuanku Faris memanggil Tuan Guru Menteri Besar agar bersama dengan Baginda dihadapan agar mudah para makmum bersalaman dengan mereka… “Tok Guru mari dok sebeloh kito sini”, kata Tuanku Faris kepada Tuan Guru Menteri Besar.

Gambar 3: Tuanku Faris memberikan laluan kepada Tuan Guru Menteri Besar supaya berada bersama Baginda di hadapan.

Gambar 4: “Sebeloh ni Tok Guru”, kata Tuanku Faris kepada Tuan Guru Menteri Besar sambil Baginda Tuanku Faris dan yang lainnya mempersilakan Tuan Guru kehadapan.

Gambar 5: Gabungan 3 posisi penting dalam pentadbiran Negeri Kelantan. Gabungan terbaik yang wajib dijadikan contoh di Negara Malaysia. Sultan yang berjiwa rakyat & mementingkan agama dalam urusan harian dan juga Ulama yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan dalam pentadbiran Negeri dan kehidupan harian.

Gambar 6: Para makmum beratur mengikut giliran untuk beramah mesra dengan 3 orang penting dalam Negeri Kelantan.